Kehidupan Setelah Patah Hati

Aku menulis ini ketika pagi di hari Sabtu yang cerah. Bertepatan dengan pilek yang melanda dan demam yang baru saja reda. Apa kabar hati? Hatiku, hatimu, dan hati kalian, semoga yang merona karena bahagia, dan semoga yang berdarah karena luka, kita semua tetap kuat dan selalu bertahan mengusahakan dan menanti kebahagiaan.


Setelah kemarin menonton drama korea, the third charm, tepatnya episode 11, aku jadi teringat banyak hal tentang patah hati. Salah satunya adalah menjalani kehidupan setelah patah hati. Bagi kamu yang pernah patah hati, mari bernostalgia. Bagimu yang belum pernah mengalaminya, mari belajar dari cerita ini. Cerita siapa? Entahlah, mungkin ceritanya, ceritamu, atau bahkan ceritaku.

Menjalani hari-hari yang penuh kepedihan hati

Seseorang yang patah hati menurutku adalah mereka yang ditinggalkan. Bukan mereka yang dengan sengaja meninggalkan. Catat!. Ya, sebab yang ditinggalkan tidak bisa berbuat apa-apa. Hanya kepasrahan yang ada di sana. Mungkin kepasrahan setelah bersikeras mempertahankan hati orang yang dicintainya. Setelah itu benar-benar tak bisa dipertahankan, maka tibalah pada fase menyalahkan diri sendiri.

Fase ini membuat orang yang ditinggalkan menyalahkan diri sendiri. Merasa diri tidak baik sehingga pantas ditinggalkan dan hal-hal negatif lain di kepalanya. Maka jangan heran jika kamu menemukan orang yang baru patah hati, lantas lebih sering diam, termenung, dan kadang tiba-tiba dengan sendirinya menangis.


Itu karena hatinya sedang pedih, dibebani banyak pertanyaan tentang mengapa dia ditinggalkan, apa kesalahannya, dan dihantui kekurangan-kekurangan yang membuatnya makin terasa tidak berharga. Jika kamu sedang berada di sekitar orang yang seperti ini, jangan pernah bertanya apapun yang berhubungan dengan patah hatinya. Sebaliknya, berbicaralah tentang hal-hal menyenangkan. Jika tak bisa, sebaiknya diamlah.

Terkadang diam-diam berharap orang yang dicintai kembali

Aku berani bertaruh, seseorang yang benar-benar mencintai, meskipun begitu sakit hatinya, ia tidak akan membenci. Sebaliknya, di tengah-tengah keputusasaan ia terkadang masih mengharapkan cintanya bisa utuh kembali. Mungkin sebagian kisah memang bisa kembali bersatu. Tapi sayangnya, kebanyakan cerita benar-benar berakhir. Kenapa? Karena ia ditinggalkan. Artinya, orang yang meninggalkan sudah menemukan hal lain untuk bergantung.

Sebab itu, diam-diam menjadi yang berharap adalah hal paling menyakitkan. Jika kamu sedang diposisi ini, akhirilah.

Memaksakan diri untuk terlihat baik-baik saja

Aku akan memberitakan padamu, bahwa siapapun yang ditinggalkan, tidak pernah baik-baik saja. Mereka bersedih, kecewa, putus asa, dan tiap detik dihantui rasa yang entah apa rasanya. Yang jelas itu nggak enak.

Melewati tempat-tempat favorit berdua, mendatangkan memori bahagia masa lalu yang justru jadi menyebalkan. Tak sengaja mendapat makanan kesukaannya, tiba-tiba hatimu menangis. Parahnya, bersamaan dengan hati yang menangis itu tiba-tiba air matamu meluncur di pipi, tak berasa.

Belum lagi saat ada sekuel film baru, yang bagian sebelumnya kamu tonton bersamanya, dan kalian berjanji untuk menonton sekuel berikutnya, itu membuatmu agak menyedihkan. Katakanlah kamu mengatakan semua baik-bai saja, tapi jelas ada perasaan nggak enak di hatimu.

Menyibukkan diri untuk mengalihkan kesedihan

Untuk menghadang perasaan-perasaan negatif, hal paling efektif yang harus kamu lakukan adalah menyibukkan diri. Ketimbang lelah karena larut dalam perasaan bersedih, lebih baik kamu lemas karena produktif dan bekerja habis-habisan. Setidaknya, lelahmu berbuah karya. Dan tidak sedikit dari mereka yang bersedih justru menghasilkan karya-karya besar yang bahkan mendunia.

Tahukah kamu, blog ini dibuat saat pemiliknya sedang dalam masa patah hati. Ia, perempuan yang tidak mudah berbagi kesedihannya dengan orang lain. Diam-diam memendamnya sendiri, dan berakhir insomnia. Akhirnya, ia memilih untuk menghabiskan malam-malam panjangnya untuk menulis di blog. Tanpa disangka, banyak hal menyenangkan di hidupnya yang datang dari blog tersebut.

Mencoba membuka hati dan berakhir menjadi tukang php

Di antara hal berat yang harus dihadapi para patah hati fighter adalah kehadiran orang baru dalam hidupnya. Orang baru yang mungkin benar-benar mencintai mereka, dan mungkin juga lebih baik dari yang dicintainya dulu. Sayangnya, bagian yang lumayan rumit adalah bahwa mereka yang pernah ditinggalkan merasakan bahwa mencintai seseorang bukanlah hal yang mudah.

Belum lagi, mengingat masa lalu, orang yang pernah mencintai mereka dengan sangat, ternyata bisa pula meninggalkan dengan mudah. Krisis kepercayaan terhadap orang lain membuat patah hati fighter menaruh banyak curiga pada orang lain.

Kasus lain yang terjadi adalah bertemu orang baru yang tiba-tiba ingin ke jenjang yang lebih serius. Dengan segala masa lalu pahitnya, kadang seseorang butuh lebih banyak waktu untuk meyakinkan dirinya bahwa keputusannya tidak akan membuatnya kembali terluka. Alih-alih mampu menunggu dengan sabar, beberapa orang justru tak memahami dan mengatakan patah hati fighter sebagai miss php dan sejenisnya.

Kehidupan setelah patah hati bisa diibaratkan perjuangan meloloskan diri dari masa lalu yang erat mendekap. Sebagian orang akan berkata mungkin itu mudah, sebagian lainnya akan bergumam bahwa itu sulit.

Tapi dari kemungkinan-kemungkinan di atas, yang pasti adalah tidak ada yang abadi di dunia ini. Pun kesedihan setelah patah hati, suatu waktu ia akan dengan sendirinya luruh. Dan lagi,  setiap kesedihan, suatu saat akan dibayar tuntas dengan kebahagiaan. Karena itu, bersemangatlah guys. (With  love, Aini)




Comments

  1. Setuju dengan cara menyibukkan diri jadi bisa membuahkan karya. Dan patah hati akan sembuh bersama waktu...

    ReplyDelete
  2. Menyibukkan diri memang salah satu cara melarikan diri dari pedihnya patah hati.

    ReplyDelete
  3. Selain menyibukkan diri, dulu aku perbanyak travelling sm sahabat, kalau udh ngumpul sama sahabat pasti lupa kalau lagi patah hati.

    ReplyDelete

Post a Comment

Terima kasih telah memberikan komentar. Tunggu kunjungan balik saya ke Blog teman-teman :)