Selamat Hari Kelahiran Untukmu, Berbahagialah Selalu

12 September 2019, kali ini aku tidak mengawali tulisan di laman ini dengan menyapa pembaca. Tapi dengan menyapamu yang tepat hari ini melewati satu lagi hari kelahiran. Aku tidak tahu apa tepatnya yang kamu rasakan saat ini sebab banyak hal terlewati yang sayangnya aku tidak berada di sisi untuk membersamai.


Untuk tidak bisa berbagi duka yang mungkin saat ini kamu rasakan, juga untuk tak bisa membantu apa-apa selain menyumbang rasa khawatir yang bukannya meringankan malah memberatkan, aku meminta maaf dengan kesungguhan hati. Maaf.

Tapi aku mau mengajakmu mengenang hari ini di tahun kelahiranmu, 1992. Aku yakin, di hari itu semua anggota keluarga tentunya berbahagia dengan hadirnya kamu di dunia ini. Pun saat ini, aku juga termasuk satu dari sekian banyak orang yang bersyukur sebab Tuhan telah mengizinkan ibumu melahirkan bayi mungil itu dengan sehat. Dan hingga kini, tumbuh dengan sangat baik.

Doaku, semoga Tuhan menjadikan umurmu panjang lagi berkah. Pun semoga Tuhan senantiasa menyehatkan ragamu, menerangi hatimu dan menetapkan imanmu. Serta semoga Tuhan juga memperbanyak jalanmu untuk beramal baik, meluaskan rizkimu, mendekatkanmu pada kebaikan pun juga menjauhkanmu kejahatan. Dan lagi, semoga Tuhan mengabulkan kebutuhanmu dalam agama, dunia, dan akhirat.

Dalam hidup, ada banyak hal di luar kendali kita yang kadang membuat merasa hasil seolah-olah menghianati usaha. Tentu bisa saja terjadi hal seperti itu setelah banyak usaha yang kita lakukan. Yang pasti, diri kita sendiri tidak boleh menghianati kita. Ketika kekecewaan datang, kamu hanya perlu bertahan sedikit lagi untuk melewatinya. Setelah kesulitan ada kemudahan, dan sungguh dibalik kesulitan ada kemudahan.

Seperti juga, ketika seseorang menyukaimu, kamu tak bisa melakukan  sesuatu seperti memintanya berhenti saat itu juga. Tapi tentunya, kamu tidak ada kewajiban untuk balik menyukainya. Jadi, jangan sekali-kali terbebani dengan perasaan orang lain. Cukup berbahagialah. Berbahagialah selalu. Berbahagialah, sungguh.

Seseorang berkata, ketika benak sedang kusut, kalut, dan semrawut, ingatlah bahwa doa dan ikhtiar jangan sampai susut.

Barakallah fi thuli umrik,
With all of my heart,


Aini

Comments