Bertepuk Sebelah Tangan (Selftalk)

 Halo gaess, long time nih nggak chit chat lewat blog ini. Btw gaess, aku mau nulis percakapan ku dengan diri sendiri (iya, kek ngomong sendiri gitu) tentang bertepuk dengan sebelah tangan. Hayo, Kira-kira apa nih yang bertepuk sebelah tangan? Peka kan? 

Yuk-yuk langsung aja simak ya berikut ini :

Diri sendiri: "Gini ya Ai, sebenarnya kamu ngapain kok masih di sini-sini aja?"
Aini : Karena masih berharap.
.
Diri sendiri : "Kenapa tidak dipastikan dengan bertanya?"
Aini : "Karena takut jawabannya tidak sesuai yang diharapkan. Kamu pasti tahu, bertahan kadang lebih mudah ketimbang kerelaan melepas. Berjuang lebih ringan ketimbang kepasrahan menyerah"
.
Diri sendiri : "Lantas, selanjutnya mau bagaimana? "
Aini : "Aku menunggu dia. Berkali-kali ku katakan padanya. Tentu, aku menunggu dia datang. Entah yang dibawa pahit/manis, itu keputusannya. Aku, hanya ingin menunggu sekuatku"
.
Diri sendiri : "Sampai kapan? "
Aini: "Sampai tidak ada kekuatan untuk berani-beraninya bertanya meski puluhan kali tak terjawab. Sampai tidak punya kekuatan untuk berusaha kembali"
.
Diri sendiri : "Kalau dia sudah dengan yang lain tanpa datang kepadamu setelah ini? "
Aini : "Setidaknya, aku sudah berusaha 🙂. Aku kelak akan bangga pada diriku yang  pernah berkeras untuk seseorang yang jelas-jelas diinginkan"
.
Diri sendiri : Keras kepala kamu 😌
Aini : Tenang, aku tetap bisa melakukan semua pekerjaan dengan baik, inshaAllah.

Comments