Inilah 3 Perasaan Unik yang Hanya Bisa Dirasakan Penulis

Pekerjaan sebagai penulis memang terkadang dianggap sebelah mata. Karena tentu, kebanyakan profesi ini tak punya baju seragam keren layaknya profesi yang lain. Dan tidak semua penulis bisa ngehits bak artis entertainment, meski beberapa ada. Namun kebanyakan hanya terlihat di belakang layar. Penulis pun banyak macamnya, mulai dari penulis berita, penulis skenario, penulis buku, dan penulis-penulis lainnya.

Profesi penulis juga bisa dibilang gampang-gampang susah. Dibilang gampang, karena profesi ini tidak perlu pendidikan khusus, layaknya dokter atau guru. Siapa yang punya kemampuan menulis otomatis bisa menjalani profesi ini. Dibilang susah jika kita memang tidak terbiasa. Apalagi menulis erat kaitannya dengan membaca. Sekali ogah-ogahan membaca, pasti menulis bakal jadi momok yang menakutkan.

Seorang penulis biasanya ada hubungan semacam chemistry dengan tulisannya. Selain itu, karya seorang penulis juga dibaca banyak orang. Dari situlah akan muncul perasaan dari pembaca yang nantinya berimbas juga pada penulis. Perasaan-perasaan itu begitu unik, kadang menyebalkan, kadang menyenangkan. Nah, berikut ini akan dibahas beberapa perasaan yang kerap hadir pada diri seorang penulis.

Merasa Sedih Saat Membaca Tulisan Sendiri


Ilustrasi sedih membaca tulisan sendiri [image: source]

Kejadian ini kerap terjadi pada penulis fiksi. Misalnya, kita sedang menulis cerpen tentang cinta yang akhirnya tidak bahagia. Dan saat cerita telah rampung kita buat, ternyata apa yang digambarkan pada cerita sebegitu sedihnya. Sampai-sampai kita tak tahan untuk kemudian menangis.


Tidak hanya penulis fiksi yang bisa merasa sedih. Seorang wartawan yang meliput sebuah kebakaran, kematian karena kejahatan, terkadang juga mengalami hal yang sama. Jadi, sangat besar peluang bagi seorang penulis untuk bersedih karena tulisannya sendiri. Sebagian malah menangis.

Bahagia Saat Tulisan Bermanfaat Bagi Banyak Orang


Ilustrasi bahagia saat membaca [image: koleksi pribadi]

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”. Petikan kalimat tersebut kiranya yang membuat para penulis bahagia. Selain bahagia karena hasil kerja kerasnya dibaca orang, kebahagiaan lainnya datang karena tulisan yang ia buat ternyata bermanfaat bagi orang lain. Entah itu bermanfaat karena memberikan informasi, menginspirasi, atau bahkan menghibur.

Tertekan Karena Deadline

Ilustrasi dikejar deadline [image: source]
Deadline adalah harga mati. Itulah ungkapan yang lebih tepat bagi penulis berita kategori “terkini”. Berita yang harus segera disampaikan, karena kalau sedikit saja telat, maka berita tersebut akan basi. Kalau berita sudah masih, maka tidak bisa disajikan lagi. Sebenarnya juga tidak hanya pada penulis berita, tekanan deadline juga mengintai penulis buku atau skenario sinetron stripping misalnya. Jika sedikit saja mereka telat, maka penerbit dan Production House akan naik pitam. Bahkan, mereka juga bisa terancam tidak dipakai lagi oleh penerbit atau PH yang bersangkutan.

Yap, itulah beberapa perasaan unik yang biasa dirasakan oleh para penulis. Tiap pekerjaan memang selalu beresiko. Ada suka, ada duka. Sama seperti pertemuan, suatu saat pasti ada perpisahan…eea. Jadi bagaimana, tertarik menjadi penulis?

Baca juga :

Comments

  1. kalau aku, kayaknya tiap menulis bahagia aja. hihihihi
    karena gak ada motivasi yang berlebihan sih..
    yang penting aku nulis, dan seboga jadi catatan yang berharga saat aku tua nanti :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kadang kalau nulis cerpen aku suka nangis sendiri soalnya baper hehe

      Delete

Post a Comment

Terima kasih telah memberikan komentar. Tunggu kunjungan balik saya ke Blog teman-teman :)