10 Fakta Diri Sendiri, yang Mungkin Membuat Orang-Orang Ingin Pergi ???

Hi guys, aku menyapa kalian dengan hati lapang dan senyum yang tersungging simetris. Bahagiakah aku? Bisa jadi iya, bisa jadi sebaliknya. Tapi yang jelas, hari ini aku ingin mendengar kabar bahwa kalian semua yang membaca tulisan ini sedang dalam keadaan bahagia. Kalaupun sedang dirundung duka, percayalah aku sedang berdoa pada Tuhan yang Maha Baik agar kalian dikuatkan untuk menghadapi segalanya. Saking kuatnya kalian, hingga duka-duka itu tak betah berada di sekitar. Mereka pergi dan berganti tawa yang melantun indah dan renyah menghiasi bumi ini. Bahagialah kawan.


Sebelum memulai tulisan ini, aku juga ingin kita semua mendoakan saudara-saudara kita yang sedang dirundung duka. Beberapa bencana belakangan terjadi. Baik saudara yang ada se-tanah air. Maupun saudara seiman yang ada jauh di sana, semoga badai segera berakhir. Aamiin.

Nah, dipostingan kali ini aku akan menulis tentang fakta tentang diriku sendiri. “Lho emange kon artis ta, nulis-nulis fakta. Sopo seng peduli?” Oh tenang pemirsa, tulisan ini dibuat sebagai pengingat untuk diri sendiri. Sebagai pengingat bahwa diri saya adalah manusia yang penuh dengan kekurangan. Dengan mengakui tentang kekurangan-kekurangan yang ada pada diri saya, dan berdamai dengan kekurangan-kekurangan itu, semoga ke depannya saya bisa jadi orang yang lebih baik. Aamiin.

Ketimbang berlama-lama, ini dia deretan fakta tentangku yang sementara ini ditemukan. Apa saja itu, yuk simak!!!

Tidak bisa menyembunyikan perasaan

Di hidup yang penuh dengan abang-abang lambe  (basa-basi) ini, aku adalah seseorang yang paling tidak bisa membohongi perasaan. Aku paling tidak bisa pura-pura bahagia saat hatiku kecewa. Terlebih, semua syaraf di tubuhku rupanya sepakat memperlihatkan perasaan lewat ekspresi wajah, gerak tubuh, bahkan mataku. Karenanya, hampir semua orang tahu bagaimana kondisi hatiku hanya dengan melihat saja. Apa itu kecewa, bersedih, tidak enak hati, semuanya tergambar jelas. Kabar buruknya, aku jadi tidak bisa bermuka dua. Eh, ini seharusnya jadi kabar baik kan kawan?


Ajsldialierjhlmndfdimzwenbmwwwwjjjndmfdlh

Oke masuk pada fakta berikutnya. Kok judulnya aneh? Nggak kebaca gitu? Alias ga jelas? Yap, benar sekali. Satu fakta yang bisa disimpulkan kadang aku nggak jelas. Seberapa nggak jelasnya sih ?  Gini contohnya, suka nggak sadar ngasih kode-kode nggak jelas sama orang sekitar. Atau suka menggambarkan perasaan dengan kalimat atau kata-kata yang bikin geleng-geleng kepala.

Contoh nyatanya gini : Suatu hari rekan kerja (atasan saya meminta saya menemuinya). Tapi karena lelah dengan pekerjaan yang baru saja lembur, dan merasa tugas bertubi-tubi datang, jawabanku sama sekali tidak terduga.
A : Miss, bisa temui saya di kantor sekarang?
Saya : Maaf Bu, saya sedang tidak ingin bertemu manusia.
A: ………
Ada lagi ini…
B : Ayo makan ke kantin, Miss?
Saya : Aku sedang marah, pengennya makan manusia
B : Lari terbirit-birit
Dan hal-hal semacam itu. Bisa membayangkan ya, betapa terkadang aku begitu ajaib

Moody Level Pro

Seringnya, apa yang saya lakukan tergantung mood. Tapi ini kecuali untuk pekerjaan, pasti tetap dijalankan sampai tuntas. Meskipun sambil mewek, salto, ataupun marah-marah dalam hati. Selain pekerjaan, maka kalau mood bagus cerianya nggak ketulungan. Tapi kalau mood sedang kebanting, jangan senggol sedikitpun. Atau kamu bisa kena tatapan dingin yang mematikan, wkkwkwwk.
Kalau dalam kondisi seperti ini, saya cuma ingin diam tanpa diganggu kecuali memang ada tugas yang harus saya kerjakan. Selain itu, saya cuma ingin sendiri.

Mengedepanan “Nyaman” Ketimbang Terlihat Baik

Ini ada kaitannya dengan penampilan. Nah, perempuan ini biasanya lebih suka memakai pakaian longgar agar mudah bergerak. Karenanya, hobi memilih ukuran baju L meski dalam prakteknya ukuran M seringkali masih kebesaran untuknya. Tapi kembali lagi, nyaman adalah yang terpenting. Karena kebiasaan mementingkan nyaman, saya seringkali memakai baju yang itu-itu saja. Untungnya dengan berjalannya waktu, sekarang mulai sadar dan sedikit demi sedikit mulai berubah.


Suka Merasa Sepi Padahal sedang Ramai

Yang ini ga tahu mau menjelaskannya kayak gimana. Kalau ada yang rame-rame gitu, misal konser, dipastikan ga bakal nonton. Why? Karena kalau di situasi kayak gitu, tiba-tiba ngerasa sepi, sunyi. Pun kalau ada perayaan ualang tahun, nyanyi-nyanyi gitu, tiba-tiba kayak ngerasa sepi. Meski di satu sisi excited, sisi lainnya ngerasa ada yang kurang. Nggak tahu sih apa.

Terkesan Dingin terhadap Orang yang Tidak Dekat

Ini yang membuat banyak orang nganggepnya aku itu cuek bahkan sombong. Padahal  sesungguhnya, diri ini berhati-hati memilih bahasan apa yang enaknya diobrolin sama seseorang yang baru dikenal. Karena bagaimanapun, words do hurt. Kalimat atau kata-kata yang tidak tepat itu bisa menyakiti. Meski kadang hanya bertanya pekerjaanmu apa? Sudah punya berapa anak? atau hal-ihwal basa-basi lainnya, tanpa kita sadari ada hati yang kita lukai.

Nah, tapi kan dengan berjalannya waktu secara alami aku bisa dekat dengan orang-orang di sekitarku. Tapi sekali lagi, itu membutuhkan waktu.

Percaya Bahwa Sebagian Besar Kemampuan Bisa Dilakukan Ketika Seseorang Belajar

Aku adalah orang yang paling percaya bahwa sebagian besar hal-hal di dunia ini bisa dipelajari manusia. Memasak, berhitung, bela diri, mengarang cerita, dan banyak hal lainnya bisa dipelajari agar kita mampu. Kita pasti bisa, dengan catatan mempelajarinya dengan sungguh-sungguh.  Meskipun ada beberapa hal seperti menyanyi, melukis, dan lainnya yang tidak semua orang bisa.

Pemimpi

Kalau yang satu ini mungkin juga dialami banyak orang. Saat SD, aku bercita-cita menjadi seorang guru. Kenapa? Karena saat itu aku hanya bisa melihat profesi guru dan petani yang ada di sekitar rumah (rumahku ndeso rek). Dan menurutku saat itu, yang paling keren adalah guru

Saat memasuki masa SMP, mimpiku adalah menjadi pilot. Tahu mengapa? Sebab pilot bisa berkeliling ke sudut bumi manapun. Tidak hanya di seluruh Indonesia, tapi bahkan ke penjuru langit. Ini pikirku saat SMP dulu. Selain itu aku terpengaruh tayangan ultramen. Nah, yang jadi ultramen itu itu pilot yang keren guys. Jadilah, aku ingin pula menjadi pilot

Saat memasuki SMK, dan ada tugas bahasa Inggris tentang introduction. Ini yang aku tulis.
Hello, my name is Siti Nuraini. You can call me Siti, Nur, or Aini its up to you. I want to be a President because I think  I can handle all of problems in our country. 
Sumpah, cita-cita terakhir itu level PD-nya sangat akut pemirsa. Tapi ya ndapapa, namanya juga anak usia belasan yang ingin menaklukkan dunia.

Suka Menulis

Aku suka menulis, terutama tentang apa yang aku rasakan. Aku pun tidak asal menulis caption instagram. Perlu sedikit pemikiran dan dihubungkan dengan perasaan orang-orang. Dan pertanyaan yang sering dilontarkan orang-orang adalah, mengapa tulisannya terkesan sedih? Apakah menggambarkan penulis yang sedang bersedih?

Tentu tidak selalu begitu. Tidak mungkin seseorang bersedih sepanjang hidupnya. Ada saat-saat berbahagia, ada juga saat tenggelam dalam duka. Tapi tujuanku menulis caption yang agak sentimentil adalah agar bisa menemani mereka yang sedang bersedih. Agar mereka yang bersedih tidak merasa sendirian di dunia ini.

Baperable Tingkat Pro (Ini Pendapat Orang-orang)

Aku bukan satu-satunya orang yang seperti ini. Di dunia ini, ada orang yang turut merasakan penderitaan orang lain. Bukan hanya aku. Aku adalah tipikal orang yang bahagia ketika melihat sebuah cerita berakhir indah atu bahagia. Pun juga, tipikal yang turut merasakan kesedihan jika ada hati yang harus terluka. Karena, aku sendiri pernah mengalami banyak hal menyakitkan dan berharap orang lain tidak mengalaminya. Mengapa? Sebab itu menyakitkan.


Yuhu… Itu dia sebagian fakta jujur dengan diriku yang akhirnya berhasil aku tulis di postingan kali ini. Semoga, apa-apa yang masih kurang bisa aku perbaiki di tahun berikutnya ya guys. Bagi kamu yang ngerasa kenal dekat dengan aku, dan ngerasa ada fakta yang kalian tahu tentang aku tapi belum tertulis di atas. Feel free to share ya. Semoga kita semua diberikan kebahagiaan, keselamatan, dan juga diberi kesempatan untuk menjadi orang yang lebih baik setiap harinya.

With love, Aini.





Comments